Karya ini merupakan reinterpretasi dari lukisan terkenal milik Raden Saleh, “Penangkapan Pangeran Diponegoro”. Alih-alih menampilkan ketegangan penuh amarah dan perlawanan, adegan dalam karya ini justru diisi oleh gestur-gestur banal: menunggu keputusan sambil bermain catur, makan, dan melukis/menggambar. Perubahan ini menjadi komentar tentang bagaimana tragedi dan pengkhianatan dalam sejarah sering kali berakhir sebagai rutinitas administratif dan tontonan biasa. Penangkapan seorang Pangeran Diponegoro menjadi sebuah bentuk simbol perlawanan bangsa yang tidak lagi dihadapi dengan ketegangan moral, melainkan dengan sikap santai yang nyaris acuh. Karya ini mempertanyakan: apakah nilai-nilai perjuangan memudar seiring waktu? Ataukah manusialah yang belajar menormalkan kekerasan dan pengkhianatan?
Berat
3000 gr
Dimensi (PxLxT)
90 x 60 x 30 cm
Seniman
Airlangga Satryatama Wisnumurti
Lelang ini berakhir tanpa pemenang.
Pengiriman
Dikirim dari Semarang
Proteksi Kerusakan
Melindungi produkmu dari risiko rusak maupun kerugian selama 6 bulan.