Lukisan ini menggambarkan ironi lanskap pesisir Pantai masa kini, di mana keindahan alam berbaur dengan limbah buatan manusia. Lukisan ini lahir dari pengalamana pribadi saya Ketika kaki menyentuh pasir Pantai, namun yang terasa bukan lagi butiran alami, melainkan sampah plastik. Pengalama sederhana tersebut menjadi titik awal kemarahan dan rasa jijik yang tumbuh menjadi kegelisahan. Karya ini tidak hanya berbicara tentang sampah, namun mengenai bagaimana manusia perlahan menjadikan pencemaran sebagai bagian dari pengalaman berlibur
Berat
3000 gr
Dimensi (PxLxT)
90 x 60 x 70 cm
Seniman
Airlangga Satryatama Wisnumurti
Lelang ini berakhir tanpa pemenang.
Pengiriman
Dikirim dari Semarang
Proteksi Kerusakan
Melindungi produkmu dari risiko rusak maupun kerugian selama 6 bulan.