Lukisan ini menghadirkan pasar pribumi sebagai ruang hiruk-pikuk yang dipenuhi suara, bau, dan gesekan pada awal kedatangan orang asing yang mencari rempah-rempah untuk diambil dan menguasai tempat tersebut. Pribumi dilukiskan dengan gestur kasar dan spontan, mencerminkan kehidupan yang keras serta kewaspadaan terhadap orang asing. Kehadiran orang asing memecah keseimbangan pasar, menghadirkan rasa asing di tengah rutinitas pasar. Tatapan waspada, gestur tubuh yang kaku, dan jarak emosional mencerminkan ketegangan antara penduduk lokal dan pendatang yang membawa bahasa serta maksud dan tujuan yang berbeda. Kekasaran yang tergambar bukan semata sifat, melainkan respons terhadap ketidakpastian dan ancaman yang belum sepenuhnya dipahami. Lukisan ini menangkap momen ketika perdagangan pasar tidak lagi sekadar pertukaran barang, melainkan juga sebuah momen ketika rasa ingin tahu, kecurigaan, serta ketimpangan budaya dan kekuasaan hadir secara bersamaan.
Berat
2000 gr
Dimensi (PxLxT)
40 x 30 x 4 cm
Seniman
Airlangga Satryatama Wisnumurti
Lelang ini berakhir tanpa pemenang.
Pengiriman
Dikirim dari Semarang
Proteksi Kerusakan
Melindungi produkmu dari risiko rusak maupun kerugian selama 6 bulan.