Login untuk mengikuti lelang ini
Login SekarangLukisan surealis yang menampilkan adegan tragis mengenai penderitaan dan ketahanan hidup akibat pengurungan. Figur sentralnya adalah kelinci putih yang polos dan lembut, namun secara kontras, sebagian kepalanya memperlihatkan tulang tengkorak yang menyiratkan kematian dan luka, sementara kedua tangannya terikat oleh rantai besi yang melambangkan isolasi dan kehilangan kebebasan. Meskipun terikat, kelinci tersebut menggenggam erat sepotong biskuit cokelat yang hangat, disimbolkan sebagai satu-satunya ''remah harapan'' atau secercah kebahagiaan di tengah penderitaan. Di sekelilingnya, terdapat burung gagak yang mengancam melambangkan kematian yang menghantui etiap waktu, burung robin melambangkan harapan, serta batang kayu lapuk dan tengkorak kerbau yang memperkuat suasana suram. Melalui komposisi asimetris, proporsi surealis, dan palet warna yang kontras, karya ini memvisualisasikan bukan hanya penderitaan fisik, tetapi juga tekanan psikologis dan hilangnya identitas, sekaligus menekankan bahwa dorongan untuk bertahan hidup dan harapan dapat terus ada, sekecil apa pun itu.
Berat
1000 gr
Dimensi (PxLxT)
120 x 1 x 100 cm
Seniman
Ananda Dewi Anggraeni
Pengiriman
Dikirim dari Semarang
Proteksi Kerusakan
Melindungi produkmu dari risiko rusak maupun kerugian selama 6 bulan.
Login untuk mengikuti lelang ini
Login Sekarang