Sotheby’s kembali
membuka ruang refleksi tentang masa depan seni dengan menghadirkan karya ikonik
dari Vera Molnár, seniman visioner yang dikenal sebagai salah satu pelopor seni
berbasis komputer. Karya berjudul 14 x 14 carrés (75.030/12.55.15) ini
menjadi bukti bahwa dialog antara seni dan teknologi telah dimulai jauh sebelum
era digital merajalela seperti sekarang.
Diciptakan pada
tahun 1975, karya ini berupa gambar plotter komputer di atas kertas Benson,
dengan ukuran 46,8 x 35,8 cm. Pada masanya, penggunaan komputer sebagai medium
artistik masih tergolong radikal. Vera Molnár justru melihat mesin bukan
sebagai lawan kreativitas, melainkan sebagai mitra berpikir. Melalui sistem
algoritmik sederhana, berbasis repetisi, variasi, dan gangguan terkontrol, ia
menciptakan komposisi geometris yang tampak tenang, namun sarat ketegangan
visual.
Judul 14 x 14
carrés merujuk pada susunan kotak-kotak yang menjadi ciri khas eksplorasi
Molnár terhadap struktur dan ketidaksempurnaan. Di balik kerapian matematisnya,
terselip nuansa humanistik: kesalahan kecil, pergeseran garis, dan ritme yang
tidak sepenuhnya mekanis. Di situlah daya tarik karyanya, dingin secara sistem,
hangat secara rasa.
Nilai historis
karya ini semakin kuat karena telah terdaftar dalam Catalogue Raisonné
Vera Molnár yang tengah disiapkan oleh para kurator dan peneliti terkemuka.
Dari sisi provenance, karya ini diperoleh langsung dari sang seniman melalui
galerie linde hollinger, Jerman, menambah bobot keaslian dan kredibilitasnya.
Dalam lelang
Sotheby’s, karya ini diperkirakan akan terjual di kisaran 3.000 hingga 5.000
EUR (IDR 59.250.000 - 98.750.000). Sebuah harga yang relatif terjangkau untuk
karya pionir seni digital, sekaligus peluang menarik bagi kolektor yang ingin
memiliki sepotong sejarah lahirnya seni algoritmik.
(Sumber gambar: sothebys.com)