Menelusuri Jejak Kolonialisme dalam Kanvas "Pangeran Ada di Pasar"

Jumat, 27 Maret 2026 23:48:02

Seni rupa sering kali menjadi cermin yang merekam peristiwa sejarah dengan cara yang lebih menyentuh perasaan. Salah satu karya yang menarik perhatian adalah lukisan berjudul "Pangeran Ada di Pasar" karya Airlangga Satryatama Wisnumurti. Karya berbahan akrilik di atas kanvas berukuran 70 x 50 cm ini merupakan bagian dari pameran tunggalnya yang bertajuk "Unspoken: Antara Ingatan dan Imajinasi".

Melalui sapuan warna yang hidup, Airlangga menggambarkan suasana pasar kuno di Jawa. Di sana, seorang bangsawan yang berdiri di bawah payung menjadi simbol kehadiran kekuasaan lokal, sementara sosok pria Eropa bertopi panjang melambangkan kedatangan pendatang asing. Lukisan ini tidak sekadar menggambarkan transaksi jual-beli hasil bumi, tetapi juga menangkap momen perjumpaan budaya, seperti aktivitas adu ayam yang disaksikan oleh para pendatang.

Karya ini merupakan bagian kedua dari rangkaian lima lukisan yang merangkum perjalanan panjang kolonialisme. Urutannya dimulai dari rasa ingin tahu para penjelajah, perjumpaan di pasar pribumi, hingga munculnya niat penguasaan wilayah yang berujung pada konflik dan perang. Pesan mendalam yang ingin disampaikan adalah bahwa sejarah kolonialisme sering kali tidak benar-benar selesai, melainkan terus diwariskan dalam bentuk ingatan dan narasi yang terus berlanjut.

Bagi Anda pecinta seni dan sejarah yang ingin memiliki potongan narasi masa lalu ini, lukisan "Pangeran Ada di Pasar" kini tersedia untuk dikoleksi melalui rasanyalelangkarya.com dengan nilai Rp2.750.000. Memiliki karya ini bukan sekadar investasi keindahan visual, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap pemikiran kritis perupa muda Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan untuk menghidupkan dinding ruangan Anda dengan karya yang penuh makna dan cerita sejarah yang mendalam. Kunjungi segera situs kami sebelum karya luar biasa ini berpindah tangan ke kolektor lain.

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.