Kota Avignon di Prancis pernah menjadi inspirasi bagi banyak seniman.
Salah satunya adalah Paul Signac, pelukis penting dalam aliran
Neo-Impresionisme. Pada tahun 1909, ia membuat sebuah karya kecil namun
berkesan berjudul Avignon. Matin. Lukisan ini dibuat menggunakan cat
air, pena, tinta, dan pensil di atas kertas dengan ukuran sekitar 21 x 26 cm.
Karya tersebut menggambarkan suasana pagi yang tenang di Avignon. Dalam
lukisan ini, Signac menampilkan pemandangan kota dengan sentuhan warna lembut
yang khas. Gaya melukisnya dikenal melalui permainan warna-warna cerah yang
disusun dengan cermat sehingga menghadirkan kesan cahaya alami. Pendekatan ini
berkaitan dengan gagasan Neo-Impresionisme yang berusaha memahami bagaimana
mata manusia menangkap warna dan cahaya.
Sejak dibuat lebih dari satu abad lalu, karya ini telah berpindah tangan
beberapa kali. Awalnya lukisan tersebut dimiliki oleh Berthe Signac, istri sang
seniman, sebelum akhirnya menjadi hadiah pernikahan bagi seorang kolektor di
Paris. Setelah itu, karya ini muncul dalam lelang seni dan kemudian masuk ke
koleksi pribadi.
Menariknya, lukisan ini juga sering dipamerkan di berbagai museum dunia,
seperti di Musée Angladon, National Gallery of Victoria, dan Musée
Jacquemart-André. Meski berukuran kecil, Avignon. Matin menunjukkan
bagaimana Signac mampu menangkap keindahan suasana pagi dengan cara yang
sederhana namun memikat.