Perang Bantal di Balik Tembok: Pesan Damai Banksy di Palestina

Kamis, 26 Maret 2026 00:51:35

Pada tahun 2017, seniman jalanan misterius asal Inggris, Banksy, membuat gebrakan dunia dengan mendirikan The Walled Off Hotel di Betlehem, Tepi Barat. Hotel ini dikenal secara unik sebagai hotel dengan "pemandangan terburuk di dunia" karena jendelanya menghadap langsung ke tembok beton pemisah yang dibangun Israel. Di dalam hotel ini, Banksy menghadirkan dekorasi yang penuh dengan ironi dan kritik sosial yang tajam.

Salah satu karya paling ikonik terletak di atas tempat tidur salah satu kamar utama. Lukisan tersebut memperlihatkan seorang tentara Israel dan seorang pemuda Palestina yang wajahnya tertutup kain, sedang terlibat dalam perang bantal. Bulu-bulu bantal yang berhamburan di udara memberikan kesan gerakan yang dinamis namun damai. Menariknya, kamar ini didekorasi dengan gaya kolonial mewah layaknya kelab eksklusif di Inggris, lengkap dengan perabotan klasik yang kontras dengan realitas konflik di luar jendela.

Melalui karya ini, Banksy menggunakan humor dan satir untuk menyuarakan kemanusiaan. Ia mengubah simbol kekerasan menjadi permainan anak-anak, sekaligus mengingatkan pengunjung bahwa di balik konflik politik yang rumit, ada sisi manusiawi yang rindu akan kedamaian. Dekorasi ini bukan sekadar estetika, melainkan sebuah pernyataan politik yang kuat bahwa seni mampu menembus tembok pemisah yang paling tinggi sekalipun.

(Sumber gambar: thisiscolossal.com)

Author
Written by
Sefiyan Eza Nur Hidayat

Penulis di platform Rasanya Lelang Karya yang berfokus pada seni dan budaya.

Editor
Edited by
Desyfa Cahya Aina

Editor konten di platform Rasanya Lelang Karya.