Semarang, 8 April 2026 — Praktisi brand management dari tim Marimas, Sebastian Gary P, menekankan pentingnya konsistensi dan kedekatan dengan audiens dalam membangun sebuah merek. Hal tersebut ia sampaikan dalam talk show Brand Management yang digelar di Amoora Coffee, Semarang, pada Selasa (8/4).
Menurut Gary, masih banyak pelaku usaha yang berfokus pada penjualan semata tanpa memperhatikan bagaimana merek mereka dipersepsikan oleh publik. Padahal, kekuatan sebuah brand tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh pengalaman dan emosi yang dirasakan konsumen.
“Brand itu bukan cuma soal logo atau kemasan. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa konsisten menyampaikan nilai dan membangun hubungan dengan audiens,” ujarnya dalam sesi diskusi.
Ia juga menambahkan bahwa di era digital saat ini, interaksi dengan konsumen menjadi kunci utama dalam membangun brand yang relevan. Pelaku usaha dituntut untuk lebih responsif serta mampu menyesuaikan strategi komunikasi dengan karakter dan kebutuhan target pasar.
“Sekarang orang tidak hanya membeli produk, tetapi juga cerita di balik brand tersebut. Kalau brand punya cerita yang kuat dan relevan, itu akan lebih mudah diingat,” kata Gary.
Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong pelaku usaha, khususnya generasi muda, untuk tidak ragu memulai membangun brand sejak dini. Menurutnya, proses trial and error merupakan bagian penting dalam menemukan identitas brand yang tepat dan berkelanjutan.
Talk show ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus diskusi santai antara narasumber dan peserta yang sebagian besar merupakan pelaku usaha serta kreator muda di Kota Semarang. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lahirnya brand-brand baru yang tidak hanya kuat secara visual, tetapi juga memiliki nilai dan kedekatan dengan audiensnya.